Data Departemen HR PT IMIP mencatat, pertumbuhan jumlah TKI yang menjabat sebagai translator, fluktuatif dalam tiga tahun belakangan. Pada 2023, berjumlah 2.095 orang, meningkat menjadi 2.382 orang (2024), lalu menurun jadi 1.876 orang (2025). Dinamika ini dipengaruhi misi lain PT Eternal Tsingshan Indonesia dalam mendorong peningkatan keahlian TKI untuk lebih bertalenta bilingual. Salah satunya dengan memperluas peluang karyawan mengikuti pembelajaran bahasa Mandarin intensif di Wenzhou University, Tiongkok.

Program tersebut, kata Fanny, telah menghasilkan ratusan karyawan Indonesia yang memiliki kemampuan berbahasa Mandarin. Sebagian dari mereka telah dipercaya menjalankan tugas menerjemahkan di berbagai area operasional perusahaan, mempercepat transfer ilmu dan teknologi antara TKA dan TKI, serta mengisi posisi-posisi strategis. Kelas bahasa Mandarin yang diadakan Tsingshan sejak Mei 2022 telah berlangsung sebanyak enam angkatan (batch) atau sekitar 1.800 peserta. Hingga Juli 2026, sekitar 430 orang yang lulus seleksi HSK 4 diutus ke Tiongkok. Mereka mendalami pembelajaran bahasa Mandarin di Wenzhou University di Provinsi Zhejiang atau University of Science and Technology, Beijing. Terbaru dalam batch keenam, 29 orang di antaranya terpilih diberangkatkan ke Wenzhou University.

Menurut Fanny, kelas bahasa Mandarin tak dimaksudkan mengurangi peran penting translator. Sebaliknya, hal itu akan lebih mengembangkan keterampilan karyawan Indonesia secara teknis sekaligus bahasa asing. “Ke depan kami ingin semakin banyak karyawan Indonesia mampu berbahasa Mandarin dan harus mampu menempati jabatan strategis. Ini bagus untuk memotivasi agar mereka mau terus belajar, dan tenaga kerja lokal Sulawesi lebih terserap untuk bisa menjalankan peran penerjemah,” ucapnya.

Sebagai rencana jangka panjang, Tsingshan memproyeksikan pengembangan talenta bilingual jadi bagian strategi peningkatan kualitas SDM di kawasan IMIP. Beberapa posisi mewajibkan calon karyawan menguasai bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Selain memperkuat komunikasi antarbudaya, standar ini mendorong terciptanya lingkungan kerja produktif, kolaboratif, aman, dan mendukung pertumbuhan industri hilirisasi berkelanjutan.*WAN