“Karhutla bukan sekadar musibah alam biasa, melainkan bencana ekologis yang sebagian besar dapat dipicu oleh cuaca ekstrem maupun faktor manusia, baik secara sengaja maupun tidak sengaja,”ujar Hendrawan.
Dampaknya pun tidak berhenti pada kawasan yang terbakar. Kerusakan ekosistem, hilangnya habitat flora dan fauna serta terganggunya keseimbangan lingkungan dapat menjadi konsekuensi yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.
Karena itu, Kapolres meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan deteksi dini, terutama pada wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla. “Kita harus terus bersiaga dan waspada serta berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin, sehingga peristiwa kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi atau setidaknya dapat diminimalisir luasan dan dampaknya,”tegasnya.
Kapolres meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla bekerja maksimal, efektif dan efisien dengan mengedepankan langkah-langkah preventif. edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan menjadi salah satu upaya yang harus terus dilakukan.
“Kunci utama menghadapi Karhutla adalah pencegahan, deteksi dini dan kecepatan respons. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Setiap potensi kebakaran harus segera ditangani agar tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas,”pungkasnya. AJI