Sementara itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, memastikan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa terus berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, disiplin pelaksanaan, dan penyelesaian proyek yang bertanggung jawab.
“IGP Pomalaa adalah proyek strategis dengan skala besar dan tingkat kompleksitas tinggi. Karena itu, setiap tahapan pembangunan kami jalankan secara disiplin, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Kolaborasi bersama KNI, IPIP, Huayou, Ford, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia dan masyarakat Kolaka,” kata Muhammad Asril.
PT Vale menegaskan seluruh tahapan pembangunan proyek akan mengacu pada praktik pertambangan yang baik, standar keselamatan kerja, tata kelola lingkungan, kepatuhan terhadap seluruh perizinan, serta penerapan prinsip good corporate governance.
Dengan dukungan MIND ID, sinergi bersama pemerintah dan aparat penegak hukum, serta kolaborasi dengan masyarakat dan mitra industri, IGP Pomalaa ditargetkan menjadi salah satu model pengembangan hilirisasi nikel yang berkelanjutan di Indonesia.
Selain memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. RHT