Bagi Fathia, mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif agar dapat diwujudkan melalui kebijakan dan penganggaran daerah. “Turun langsung ke Dusun Lumbung merupakan kewajiban saya untuk mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat. Aspirasi ini akan saya kawal dan perjuangkan agar mendapat perhatian dalam pembahasan di DPRD,” ujarnya.
Tak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, reses tersebut juga menghadirkan kepedulian terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Pada kesempatan itu, Fathia menyerahkan bantuan uang tunai dari dana pribadinya kepada Pura di Dusun Lumbung. Bantuan diterima langsung oleh Mangku sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan rumah ibadah umat Hindu di wilayah tersebut.
Bagi warga, bantuan itu menjadi simbol bahwa perhatian seorang wakil rakyat tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sosial dan kerukunan antarumat beragama.
Menutup kegiatan reses, Fathia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat, mulai dari pembangunan irigasi tersier, pengadaan alsintan, hingga dukungan terhadap fasilitas keagamaan. Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat disinkronkan dengan program organisasi perangkat daerah terkait sehingga memiliki peluang besar untuk direalisasikan melalui APBD Kabupaten Parigi Moutong.
“Sektor pertanian adalah penopang utama ekonomi masyarakat, sementara rumah ibadah menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Karena itu, saya akan terus mengawal seluruh aspirasi ini agar dapat diwujudkan demi kemajuan masyarakat Kasimbar Palapi,” pungkasnya. AJI