Manager PLN UP3 Palu, Ansar menyampaikan bahwa PLN hadir tidak hanya untuk menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga menciptakan nilai tambah (creating shared value) bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap fasilitas PC dan jaringan internet ini dapat dioptimalkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pelatihan digital yang kami berikan kepada tenaga pendidik juga diharapkan mampu memperkaya metode mengajar agar lebih interaktif dan inovatif,” tutur Ansar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah cepat PLN dalam merespons kebutuhan digitalisasi di sekolah. “Transformasi digital di sektor pendidikan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Langkah PLN melalui program TJSL ini menjadi teladan nyata dalam memberikan dampak langsung bagi peningkatan mutu sekolah dan kapasitas guru. Kami berharap sinergi ini berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya,” ungkap Hardi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 1 Palu, Yusri menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN terhadap pengembangan sarana belajar di sekolahnya. “Bantuan ini merupakan anugerah besar bagi sekolah kami. Fasilitas komputer dan perangkat pendukung ini akan sangat membantu siswa dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara digital. Kami berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh sarana ini sebaik-baiknya demi mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter,” ungkap Yusri.
Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus berjalan berdampingan bersama pemerintah daerah dan insan pendidikan dalam menciptakan ekosistem belajar yang modern, inklusif, serta siap mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.*HJ