SULTENG RAYA – Seorang penumpang Batik Air, Andi Raharja Limbunan, mengeluhkan pelayanan maskapai Batik Air yang dinilainya merugikan penumpang saat proses check-in di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (30/7/2026) dini hari.
Andi menuturkan, dirinya bersama sang istri dijadwalkan terbang dengan rute Jakarta–Palu pada pukul 02.20 WIB. Mereka mengaku telah tiba di area check-in sekitar pukul 00.15 WIB dan langsung mengantre di jalur pelayanan untuk penerbangan tujuan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Saat itu, terdapat enam konter check-in yang melayani penumpang. Namun sekitar pukul 00.30 WIB, satu konter ditutup sehingga hanya tersisa lima konter yang beroperasi. Kondisi tersebut, menurut Andi, membuat antrean semakin panjang. “Ketika kami masih mengantre, sekitar pukul 01.15 WIB jumlah petugas yang melayani kembali berkurang. Anehnya, petugas justru memanggil penumpang tujuan Jakarta–Makassar untuk langsung menuju konter sehingga mereka melompati antrean penumpang yang sudah lebih dulu menunggu,” kata Andi.
Ia mengatakan, akibat kebijakan tersebut, penumpang tujuan Palu, Ternate, hingga Papua yang telah lama mengantre harus rela didahului. Bahkan, menurutnya, ada penumpang tujuan Ternate yang membawa anak kecil ikut terdampak karena kehilangan waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk mengurus kebutuhan anaknya. “Kami merasa seolah-olah sudah mengantre lama tetapi akhirnya tetap harus didahului. Padahal jadwal penerbangan subuh rata-rata berdekatan,” katanya.
Andi mengaku baru dipanggil ke Konter 32 sekitar pukul 01.55 WIB atau sekitar 25 menit sebelum jadwal keberangkatan. Saat proses penimbangan bagasi, petugas yang disebut bernama Tiwi menyampaikan bahwa bagasi mereka kelebihan sekitar tiga kilogram dan harus membayar biaya kelebihan bagasi sebesar Rp273.000.