SULTENG RAYA – Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menggelar rapat koordinasi bersama Rektor Unismuh Palu, Badan Pembina Harian (BPH), serta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) Unismuh Palu untuk membahas kesiapan masjid menyambut pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026.

Rapat yang berlangsung di ruang Rektor Unismuh Palu, Kamis (23/7/2026), dihadiri jajaran Takmir Masjid Ulil Albab dan pimpinan universitas.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapan Masjid Ulil Albab sebagai salah satu lokasi yang akan menjadi perhatian para tamu dan peserta Tanwir Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu pada 18–20 November 2026.

Menurutnya, Tanwir Muhammadiyah merupakan agenda nasional yang akan dihadiri peserta dan tamu undangan dari 37 provinsi di Indonesia. Karena itu, berbagai aspek fasilitas masjid perlu dibenahi agar memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan citra Masjid Ulil Albab sebagai masjid kampus yang representatif.

“Kita masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan agar Masjid Ulil Albab semakin representatif sebagai masjid kampus. Persiapan Tanwir tidak hanya menyangkut bagian dalam masjid, tetapi juga penataan halaman agar tidak terkesan kumuh, penataan taman yang layak digunakan anak-anak bermain, perbaikan tempat wudu, hingga penataan area UMKM,” ujar Prof. Rajindra.

Selain fasilitas utama, Prof. Rajindra juga menggaris bawahi pentingnya penataan makam Drs. H. Rusdy Toana yang berada di samping Masjid Ulil Albab. Menurutnya, kawasan tersebut perlu ditata lebih baik dengan taman dan prasasti sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum.

“Kita perlu menata kawasan makam beliau dengan taman dan prasasti. Beliau bukan hanya tokoh masyarakat, tetapi juga salah satu tokoh kunci berdirinya Provinsi Sulawesi Tengah, tokoh pendidikan, mantan Rektor Unismuh Palu, mantan Ketua PWM Sulawesi Tengah, sekaligus tokoh pers,” katanya.

Rektor juga meminta agar sistem penjadwalan kultum dan khatib Salat Jumat juga perlu diperhatikan. Menurutnya, para khatib yang ditugaskan harus memiliki kompetensi dan kapasitas dalam menyampaikan dakwah kepada jamaah.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Palu, Mulkus Kisman, mengingatkan bahwa masjid merupakan rumah ibadah yang harus selalu terpelihara dengan baik.

“Masjid adalah tempat ibadah. Seharusnya kondisinya lebih baik daripada kamar tidur kita sendiri. Masjid harus siap melayani jamaah dan tamu, baik dari sisi kebersihan maupun fasilitasnya,” ujarnya.

Ia berharap Masjid Ulil Albab dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata rohani yang nyaman, sejuk, dan mampu menarik masyarakat untuk beribadah.

Selain itu, Mulkus juga mengingatkan tentang pengelolaan keuangan masjid secara profesional dan transparan. “Setiap sumbangan perlu diumumkan secara terbuka melalui papan informasi agar kepercayaan jamaah tetap terjaga,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Feri, S.Sos., M.Si, menyarankan agar Takmir Masjid rutin menggelar rapat evaluasi untuk menindaklanjuti berbagai program kerja maupun arahan pimpinan.

“Minimal satu kali setiap bulan dilakukan rapat evaluasi. Selain mengevaluasi program, pertemuan rutin juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpengurus,” ujarnya.

Menanggapi berbagai arahan tersebut, Ketua Takmir Masjid Ulil Albab Unismuh Palu, Abdul Mufarik A. Marhum, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan komitmen seluruh pengurus untuk menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan.

“Insya Allah seluruh saran dan masukan telah kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Takmir Masjid Ulil Albab memastikan ikut serta menyukseskan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah yang akan digelar di Kota Palu pada November mendatang,” tegasnya. ENG