Prinsip ekonomi sirkular turut diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi di tingkat kawasan maupun tenant, didukung Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) yang terintegrasi dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real-time. Pada periode Januari-Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebesar 30,8 ton, atau 5,6% dari total 549 ton timbulan limbah, dengan komposisi 74,68% organik, 10,26% anorganik, dan 15,06% residu.

Aspek sosial turut menjadi perhatian melalui berbagai program kemasyarakatan, mulai dari layanan kesehatan gratis dan donor darah hingga empat kali setahun, baik di dalam maupun luar kawasan, hingga edukasi pencegahan kebakaran dan keamanan instalasi kelistrikan rumah tangga yang telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga. “Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana,” kata Johny Semuel, Head of Department OHS PT IMIP.

Komitmen ESG ini semakin relevan seiring pemberlakuan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026, yang memperketat uji tuntas lingkungan dan hak asasi manusia bagi industri yang ingin menembus pasar ekspor utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, IMIP menyusun laporan ESG secara komprehensif mengacu pada standar internasional seperti GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, serta prinsip PBB dan ILO, sekaligus mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System yang mencakup seluruh rantai nilai.

Transformasi menuju ekonomi rendah karbon disadari bukan tanpa biaya, karena memerlukan investasi sumber daya dan penyesuaian operasional. Karena itu, roadmap ESG IMIP diarahkan pada penguatan fondasi program CSR, riset dan pemetaan sosial yang komprehensif, penyelarasan dengan arah pembangunan daerah, serta penguatan kapasitas sosial dan ekosistem lokal. “Pada tahun 2030, kami menargetkan masyarakat yang tangguh, berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari,” ujar Yulius.

Sebagai bagian penting dari rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik, IMIP terus memperkuat pengelolaan data ESG melalui sistem ketertelusuran (traceability) yang sejalan dengan standar global. Lebih dari sekadar cerminan hilirisasi nasional, IMIP menjadi ujian nyata sejauh mana industri besar Indonesia mampu menjawab tantangan yang kian kompleks, tetap kompetitif, dan diterima dalam rantai pasok global. * WAN