SULTENG RAYA-Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu kembali meluncurkan buku, kali ini buku Harmoni dengan Alam Refleksi dan Petuah untuk Lingkungan Berkelanjutan karya Prof. Kasman Jaya Saad, Prof. Ratnawati, dan Fitriah Fajar, ST., MT, ketiganya merupakan dosen di kampus ini.

Buku ini setebal 196 halaman, berisi 11 bab. Bab kedua menguraikan tentang manusia dan lingkungan hidup, Bab Lima menguraikan etika lingkungan dan tanggungjawab manusia, Bab Delapan memberikan petuah, Bab Sembilan, mengajarkan pembaca tentang harmoni dengan alam antara iptek dan nilai moral, sedangkan bab terakhir 11 tentang merawat alam, merawat kehidupan. 

Rektor Unisa Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P saat peluncuran buku itu mengungkapkan kebanggaanya kepada Prof Kasman, ditengah kesibukan sebagai ketua senat universitas masih mampu menyelesaikan buku.

Kata Yasin, Prof Kasman adalah role model bagi civitas Unisa dalam menulis buku. “Semoga kebiasaan menulis buka ini bisa diteruskan dan memberi dampak pada masyarakat,”ujar  Yasin, Sabtu (18/7/2026).

Ia juga mendorong dosen lainnya untuk melakukan hal yang sama. Karena semakin banyak yang menulis buku akan semakin memberi dampak pada masyarakat.

Dalam peluncuran itu, selain menghadirkan mahasiswa, akademisi, penggiat lingkungan juga menghadirkan dua penanggap, masing-masing Akademisi Untad sekaligus penggiat lingkungan, Dr. Miswan, S.Pd., M.Si, ia menilai penulis buku mengingatkan kepada pembaca jika bumi ini adalah titipan untuk anak cucu. Karena titipan maka mesti dirawat dan dijaga, agar terjadi harmoni dengan alam sebagaimana judul buku, agar dapat diteruskan ke anak cucu.

“Untuk itu jangan lagi eksploitasi alam secara liar. Bumi kita lagi sakit, Buku ini hadir disaat terjadinya krisis lingkungan, kehadirannya sangat tepat,”ujarnya.

Sementara penanggap kedua Akademisi Unisa Palu sekaligus Ketua DPRD Donggala, Dr. Moh Yasin. SE.,MM. AK menanggapi jika buku ini masih terdapat kekurangan, karena terbilang kurang menyinggung regulasi, dan belum memberi solusi atas kasus konservasi.

Selain itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Ibnu Mundzir yang turut hadir dalam peluncuran buku itu mengunggapkan, setelah membaca sepintas buku itu menilai jika penulis sebenarnya ada kegelisahan dalam tulisannya tentang kondisi lingkungan. Dimana digambarkan alam ini adalah titipan untuk diteruskan ke generasi. Sehingga penting dijaga dan dirawat. “Semoga buku-buku selanjutnya semakin memberikan kita edukasi,”sebut Ibnu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unisa Palu, Dr. Ahsan Mardjudo, S.P., M.Si turut memberikan tanggapan, jika kedepan kampus ini perlu juga menghadirkan buku tentang kerusakan lingkungan bawah laut.

Mengingat kerusakan lingkungan laut banyak disebabkan karena kerusakan lingkungan di darat seperti akibat pembalakan liar (illegal logging) mengakibatkan pemanasan global yang berefek pada matinya terumbu karang. “Saya kira Unisa harus membumikan diskusi lingkungan, karena Prof Kasman adalah guru besar lingkungan,”ujar Ahsan.

Prof Kasman menyampaikan jika buku ini mencoba merangkum berbagai gagasan, refleksi, serta petuah yang dapat menjadi inspirasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Petuah yang dimaksud bukan sekadar nasihat, tetapi juga pemahaman yang bersumber dari pengalaman, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai kearifan yang relevan dengan upaya pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang reflektif dan aplikatif, buku ini tentu saja diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Perlu dipahami katanya, bahwa manusia pada hakikatnya merupakan bagian integral dari entitas ekosistem. Namun, kesadaran ini sering kali terabaikan dalam praktik kehidupan sehari-hari, terutama dalam aktivitas pembangunan. Pembangunan kerap dipahami secara sempit sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tanpa mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Akibatnya, eksploitasi sumber daya alam berlangsung secara berlebihan dan mengabaikan prinsip keseimbangan ekologis sehingga menimbulkan beragam permasalahan lingkungan.

“Berbagai aktivitas pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekologis mengakibatkan berbagai bentuk pencemaran air dan udara, degradasi lahan, kerusakan hutan, serta menurunnya kualitas sumber daya alam. Di kawasan perkotaan, permasalahan ini semakin kompleks dengan munculnya problem urbanisasi, gaya hidup konsumtif dan belum baiknya sistem pengelolaan sampah,”ujarnya.

Ia berharap, buku ini dapat memberikan edukasi kepada pembaca untuk merawat dan menjaga lingkungan. ENG