SULTENG RAYA – Wilayah konsesi pertambangan nikel Blok Bahodopi yang digarap PT Vale Indonesia Tbk di Seba-seba, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali kini kembali mencuat.
Masih dengan permasalahan lawas, salah satunya karena adanya oknum bernama Gusti Riadi yang mengatasnamakan masyarakat adat kerajaan Bungku yang mengklaim lahan garapan PT Vale adalah lahan adat/ulayat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Ululere, Arman, membantah kalau pria yang bernama Gusti Riadi mengaku warga Desa Ululere. Faktanya yang bersangkutan bukan warga lokal daerah yang dimaksudkan.
Menurut Kepala Desa, pria tersebut hanya mengaku secara sepihak sebagai warga Ululere dan perwakilan adat kerjaan Bungku.
“Tidak ada warga atas nama Gusti Riadi, Itu cuma mengaku-ngaku saja, tapi bukan warga Ululere,” ujar Arman, Kamis (9/7/2026).
Lebih dalam ia menjelaskan kalau Pemerintah Desa dan masyarakat setempat tidak pernah mengakui kehadiran kelompok yang saat ini berada di Seba-seba tersebut.
“Dan kami pemerintah desa dan masyarakat desa ululere tidak akui kehadiran mereka di Seba-seba itu pak,” tandasnya.
Jauh sebelumnya juga, Arman sempat menjelaskan kalau klaim lahan adat/ulayat di area Seba-seba tidak benar adanya, dan setelah dilakukan verifikasi ke sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk aparat desa, menyatakan tidak pernah mengetahui adanya tanah ulayat di wilayah yang diklaim tersebut.
Kades Uluere menyebutkan, wilayah yang diklaim sebagai tanah ulayat tidak memiliki catatan historis di Desa Ululere sebagai bagian dari kepemilikan adat.
Desa Ululere sendiri merupakan pemekaran dari Desa Kolono sejak tahun 1937.
Ia menegaskan bahwa masyarakat asli Desa Ululere tidak pernah mengetahui adanya aktivitas atau klaim terkait tanah ulayat oleh salah satu kelompok di wilayah tersebut.
“Sejak saya lahir tahun 1980 sampai saya bekerja di area tambang pada 2009-2010, tidak pernah ada aktivitas apapun yang menunjukkan adanya tanah ulayat di lokasi yang diklaim. Kami juga telah menggali informasi dari tokoh-tokoh masyarakat desa, dan mereka menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar,” tegas Arman beberapa waktu lalu. *