SULTENG RAYA – Untuk meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana pascapersalinan (KBPP), Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Sosialisasi Pelaksanaan dan Pelaporan AKSI KBPP (Akselerasi Keluarga Berencana Pascapersalinan) tahun 2026 secara daring di Palu, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi sebagai narasumber serta Penyuluh/Petugas Lapangan KB se-Sulawesi Tengah, guna menyamakan pemahaman pelaksanaan AKSI KBPP agar ibu pascasalin memperoleh pelayanan yang lebih berkualitas serta edukasi yang tepat bagi keluarga.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., yang menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung keberhasilan KB pascapersalinan.

“Kelas ibu hamil yang melibatkan ayah diharapkan dapat mendukung keberhasilan pelayanan KB pascapersalinan sekaligus meningkatkan kesehatan ibu dan bayi,”jelas Nuryamin.

AKSI KBPP terdiri atas dua kegiatan, yaitu Akselerasi KBPP dan Kelas Ayah Idaman (Kelas AMAN). Pada 2026, Kelas AMAN dilaksanakan di 28 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Sulawesi Tengah untuk memperkuat peran ayah dalam mendampingi kehamilan, persalinan, dan menentukan pilihan kontrasepsi bersama pasangan.

Sementara itu, Akselerasi KBPP dilakukan melalui pembinaan rutin dan berbasis data kepada fasilitas kesehatan. Hingga Juni 2026, 83% kecamatan telah melaporkan pelaksanaan pembinaan, sementara 29 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten belum melapor. Pembinaan ini membantu mengidentifikasi kendala, mulai dari mitos kontrasepsi, kekhawatiran terhadap efek samping, hingga pencatatan layanan, sehingga kualitas pelayanan kepada ibu pascasalin terus meningkat. AMR