SULTENG RAYA – PT Vale Indonesia Tbk terus mengedepankan prinsip keberlanjutan seiring percepatan pembangunan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Pada unggahan akun resmi instagramnya @ptvaleindonesia, hingga Mei 2026, progres konstruksi proyek secara keseluruhan telah mencapai 81,71 persen.
Komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab menjadi salah satu fokus utama perusahaan selama memasuki fase konstruksi pada kuartal II 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang tidak hanya mendukung operasional, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah mempercepat pembangunan jaringan kolam pengendap (sediment pond) di sejumlah titik limpasan air. Fasilitas ini dibangun sebagai bagian dari sistem pengelolaan air untuk mempertahankan kualitas baku mutu air sungai di sekitar area proyek sekaligus meminimalkan dampak pembukaan lahan.
Selain itu, PT Vale juga telah merampungkan pembangunan fasilitas nursery modern seluas lima hektare di Kecamatan Tanggetada. Fasilitas persemaian yang kini telah beroperasi penuh tersebut menjadi bagian dari penerapan good mining practices guna mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
Di sisi sumber daya manusia, perusahaan terus memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui pusat pelatihan terpadu yang menjadi sarana transfer pengetahuan bagi karyawan maupun mitra kontraktor. Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM.
Komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman juga diwujudkan melalui pembangunan kawasan akomodasi pekerja (living area) yang hingga Mei 2026 telah mencapai progres 58 persen.
Sementara itu, berbagai infrastruktur pendukung operasional terus dipercepat menjelang fase produksi. Pembangunan area bengkel (workshop) dan perkantoran telah mencapai 68 persen, sedangkan pembangunan jalur logistik utama atau main haul road hampir rampung.
Pada sektor hilirisasi, proyek yang dikembangkan melalui PT Kolaka Nikel Indonesia (KNI), perusahaan patungan PT Vale Indonesia Tbk dan Huayou, juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, progres konstruksi proyek KNI secara keseluruhan telah mencapai 78,28 persen.
PT Vale menegaskan bahwa pembangunan IGP Pomalaa tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja bisnis perusahaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kolaka melalui kolaborasi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan. Perusahaan menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara pengembangan industri, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perlindungan lingkungan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pembangunan berkelanjutan. RHT