Ia berharap masjid darurat tersebut tetap dimanfaatkan sebagai fasilitas umum ketika Masjid Al Muhajirin yang permanen telah selesai dibangun.
Pada kesempatan itu, BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid yang terus memberikan perhatian terhadap percepatan penanganan pascabencana dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak. Sinergi antara Pemprov Sulawesi Tengah, pemerintah daerah, aparat desa, TNI-Polri, relawan, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak gempa.
Tim BAZNAS Tanggap Bencana sendiri telah bertugas di lokasi sejak 16 hingga 29 Juni 2026 dengan menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari kebutuhan primer hingga dukungan bagi pemulihan sarana ibadah masyarakat. Menutup rangkaian kegiatan, Hatamuddin Tamrin menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendampingan masih terdapat kekurangan, sekaligus berpamitan kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa tugas tanggap darurat di lokasi bencana.
Peresmian Masjid Darurat Al Muhajirin ditandai dengan pembacaan basmalah dan hamdalah bersama sebagai simbol penyerahan penggunaan masjid kepada pengurus dan masyarakat Desa Kamarora A. Kini, Masjid Darurat Al Muhajirin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan, gotong royong, serta harapan baru bagi masyarakat Kamarora A untuk bangkit bersama menuju pemulihan yang lebih baik. *WAN