Karena itu, pelaksanaan sosialisasi layanan disabilitas dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan publik yang inklusif, ramah, dan setara bagi semua warga. “Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap informasi, pendidikan, pengetahuan, serta layanan perpustakaan yang layak dan berkualitas. Kehadiran layanan perpustakaan yang ramah disabilitas merupakan wujud nyata penghormatan terhadap hak-hak warga negara sekaligus implementasi prinsip keadilan sosial,” ungkap Asisten Eka.
Asisten menambahkan, Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif, sehingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap layanan publik. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Menutup sambutannya, Asisten Eka berharap seminar tersebut dapat menghasilkan berbagai gagasan, masukan, serta langkah-langkah konkret dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat layanan perpustakaan yang aksesibel bagi semua kalangan.
“Mari kita jadikan literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Semakin tinggi budaya membaca masyarakat, maka semakin besar pula peluang kita untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di era global,” tutup Asisten Eka.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palu berharap budaya literasi dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mendorong terwujudnya layanan perpustakaan yang inklusif, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh warga tanpa terkecuali. ABS