Di lokasi pengamanan, PLN menerapkan skema pertahanan kelistrikan berlapis. Di Bandara Djalaludin, suplai utama ditopang melalui penyulang utama IS.6 dengan cadangan penyulang IS.7 serta genset 80 kVA yang teruji melalui simulasi bersama Paspampres. Sementara di GOR David-Tonny, PLN memperkuat area panggung utama, tenda expo, hingga fasilitas gelar teknologi menggunakan dukungan pasokan cadangan otomatis berupa genset, perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) Mobile 100 kVA, 4 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), 1 unit Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 1 unit Unit Kabel Konektor Bergerak (UKKB) yang siap mengambil alih suplai jika terjadi gangguan pada sistem utama.
Kondisi kelistrikan selama siaga berada pada performa tertinggi dengan daya mampu pasok sistem mencapai 614,50 MW, sementara beban puncak berada di angka 496,66 MW, menghasilkan cadangan daya yang sangat aman sebesar 117,84 MW (23,73%).
Manager PLN UP3 Gorontalo, Hanggoro Nur Purwanto, menambahkan bahwa koordinasi yang solid antara seluruh unit operasional dan pihak pengamanan VVIP menjadi kunci kelancaran acara ini. Ratusan personel teknis serta tim Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dikerahkan menyebar di titik-titik vital untuk bersiaga penuh memberikan respons cepat.
“Kami bangga dapat mengeksekusi rencana pengamanan kelistrikan ini dengan hasil yang sempurna. Suksesnya acara puncak yang dihadiri Presiden RI ini membuktikan bahwa koordinasi berlapis dan kesiapan infrastruktur PLN UP3 Gorontalo mampu menjawab kepercayaan besar skala nasional,” pungkas Hanggoro.
Dengan selesainya seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden RI di PENAS XVII 2026 secara lancar dan andal, PLN kembali membuktikan komitmen nyata sebagai garda terdepan dalam menjaga terang nusantara dan menyukseskan agenda-agenda strategis nasional demi kemajuan bangsa.*HJ