SULTENG RAYA – Fenomena melonjaknya pengajuan pelayanan kontrasepsi oleh Kepala Keluarga (KK) tunggal kini menjadi dilema serius bagi para tenaga kesehatan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dalam pertemuan strategis di Puskesmas Kecamatan Bungku pada Sabtu (20/6/2026), Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Morowali, Elvi Susanti, S.Tr., Keb.Bdn., mengungkapkan bahwa para bidan kerap dihadapkan pada buah simalakama administratif dan kemanusiaan.
“Jika dilayani akan cacat administrasi karena aturan memprioritaskan pasangan menikah, namun jika tidak dilayani, dampaknya akan jauh lebih buruk terhadap potensi lonjakan kehamilan tak direncanakan,” ujar Elvi dihadapan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M.
Menanggapi realitas di lapangan tersebut, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Bungku Tengah, Rosmiati Djahara, S.Sos., menjelaskan jalan tengah yang diambil saat ini adalah tetap memberikan pelayanan dengan mengosongkan kolom pasangan pada lembar pencatatan.