Lebih lanjut, Kadis mengingatkan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, generasi muda dituntut untuk tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya lokal. Karena itu, para finalis maupun pemenang diharapkan mampu menjadi duta yang aktif memperkenalkan kekayaan budaya, adat istiadat, serta potensi wisata Kota Palu kepada masyarakat luas melalui berbagai media dan aktivitas yang positif.

“Kota Palu memiliki beragam potensi wisata alam, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Semua potensi tersebut membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi wajah positif daerah dan turut mempromosikannya secara luas,” tambah Kadis.

Kepada para peserta yang dinobatkan sebagai Randa dan Kabilasa Kota Palu Tahun 2026, Kadis Ridwan berpesan agar amanah yang diberikan tidak dimaknai sebagai kebanggaan semata, melainkan sebagai tanggung jawab untuk terus berkarya, menginspirasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Kadis juga mengajak para pemenang untuk menjadi pribadi yang rendah hati, berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Sementara itu, kepada para finalis yang belum berhasil meraih gelar juara, Kadis menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih.

Menurut Kadis, seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Kota Palu yang telah memperoleh pengalaman berharga sebagai bekal untuk meraih kesuksesan di masa mendatang. Menutup sambutannya, Kadis berharap kegiatan Pemilihan Randa Ante Kabilasa dapat terus dilaksanakan dan berkembang setiap tahunnya sebagai salah satu agenda strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Palu.

“Melalui peran aktif generasi muda, mari bersama-sama membangun Kota Palu yang maju, berbudaya, dan berdaya saing,” tutup Kadis.ABS