Sementara itu, Ketua STIA Pembangunan Palu, Dr. H. Nasir Mangngasing, M.Si, menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh peserta KKN.

Pesan pertama adalah membangun rasa cinta, baik kepada institusi maupun kepada sesama peserta KKN. Menurutnya, rasa kebersamaan harus diwujudkan melalui sikap saling mendukung, saling melindungi, serta membangun kepercayaan dalam tim. Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul selama pelaksanaan KKN diselesaikan secara musyawarah demi menjaga kekompakan.

Pesan kedua adalah bersyukur atas kesempatan yang masih diberikan kepada mahasiswa untuk menjadikan kampus sebagai posko utama KKN. Ia menilai kondisi tersebut merupakan kemudahan yang patut disyukuri karena pada masa mendatang belum tentu kebijakan tersebut tetap diterapkan.

Adapun pesan ketiga adalah membangun kerja sama yang solid antarpeserta dalam menyusun dan melaksanakan seluruh program kerja. Nasir berharap setiap kelompok mampu merancang program yang realistis, bermanfaat, serta dapat direalisasikan secara tuntas selama masa pengabdian.

Di kesempatan yang sama, salah seorang panitia KKN, Dr. Ramadan, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan data terakhir terdapat 173 mahasiswa yang mengikuti pembekalan dan pelepasan KKN. Para peserta berasal dari beragam latar belakang profesi di masyarakat. Menurutnya, keberagaman tersebut bukan menjadi hambatan, melainkan modal besar dalam membangun kerja sama yang kuat selama pelaksanaan KKN.

“Kami berharap dapat membangun harmonisasi selama pelaksanaan KKN. Perbedaan latar belakang bukan kendala dalam membangun kekompakan dalam satu tim, tetapi justru menjadi kekuatan kolektif untuk menyukseskan setiap program yang akan dijalankan. Hal itu juga telah terbukti pada setiap angkatan KKN di kampus ini,” katanya. ENG