SULTENG RAYA – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu kembali menerjunkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali ini sebanyak 173 mahasiswa KKN Angkatan XXVI resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama dua bulan, terhitung mulai 20 Juni hingga 20 Agustus 2026.

Pembekalan dan pelepasan peserta KKN berlangsung di Aula STIA Pembangunan Palu dan dihadiri jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah, pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

KKN tahun ini mengusung tema “Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mewujudkan Pendidikan Berdampak”. Seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, kampus kembali menjadikan lingkungan STIA Pembangunan Palu sebagai posko utama peserta KKN.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah, Maya Prasta Adnan, S.AP, saat membuka kegiatan sekaligus melepas secara resmi peserta KKN, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika STIA Pembangunan Palu yang telah mempersiapkan pelaksanaan KKN dengan baik.

Ia mengingatkan para mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa merupakan representasi kampus yang akan banyak berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat. “Jadilah peserta yang santun, adaptif, serta mampu bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. Dengarkan kebutuhan masyarakat, pahami potensi yang mereka miliki, kemudian berikan kontribusi terbaik sesuai kapasitas keilmuan yang kalian dimiliki,” pesannya, Sabtu (20/6/2026).

Maya menegaskan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak semata-mata bertujuan menghasilkan laporan akademik, tetapi juga harus mampu meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui kegiatan pengabdian. “Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta kembali membawa pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan profesional maupun sosial di masa mendatang,” ujarnya.