Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Pertamina juga terus memantau kondisi penyaluran energi di wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa kehadiran Pertamina dalam situasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Pada kondisi bencana, kebutuhan masyarakat terhadap pangan dan energi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, Pertamina berupaya hadir melalui bantuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat terdampak. Kami juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Hiswana Migas DPC VII sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Lilik.

Program bantuan tanggap bencana ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, dan SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui bantuan kebutuhan pokok dan energi bagi masyarakat terdampak bencana, Pertamina berupaya mendukung pemulihan sosial masyarakat serta meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi situasi darurat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana. *WAN