Saat ini Solusi Kopie mempekerjakan 10 orang sebagai barista, pelayan, kasir, dan staf dapur. Menariknya, tingkat pergantian karyawan relatif rendah karena Ahdiat berupaya membangun budaya kerja konsisten yang berorientasi pada pengembangan keterampilan. “Dalam bisnis, penting membentuk budaya kerja. Itu nantinya akan membentuk suatu sistem yang baik,” kata Ahdiat.
Jumlah Pekerja di Kawasan Meningkat, Ciptakan Prospek Pasar
Kisah serupa juga datang dari Musti Coffee yang berdiri pada Agustus 2024 lalu. Kedai kopi milik Selvina Astuti (karyawan salah satu tenant di Kawasan IMIP). Ia melihat peluang melalui peningkatan jumlah pekerja yang menciptakan kebutuhan pasar baru. Dengan mengandalkan konsep kedai kopi modern dan menggaet minat konsumen generasi muda, Musti Coffee berhasil berkembang dalam waktu relatif singkat. Selvina mengungkapkan, pertumbuhan usahanya berlangsung cukup konsisten.
Pada enam bulan awal usaha, omzet hariannya berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Namun, saat ini pendapatan kotor mencapai sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per hari atau setara Rp75 juta sampai Rp90 juta tiap bulan. Meski skala usahanya mikro, Musti Coffee telah menciptakan lapangan kerja bagi empat orang sebagai koki, pelayan, dan barista. Selain itu, usaha ini juga turut menggerakkan rantai pasok lebih luas, mulai dari distribusi biji kopi, bahan makanan, sirup, hingga perlengkapan kemasan yang sebagian besar didatangkan dari Kota Makassar dan Kendari.
Geliat usaha di Bahodopi pun makin pesat dan memekarkan unit kafe lainnya. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar yang terbentuk dari aktivitas ekonomi di kawasan industri. “Semakin banyak kafe justru semakin beragam pilihan bagi konsumen. Ini membuat saya terus berinovasi. Karena setiap kafe punya karakter dan signature sendiri, konsep, dan target audiens sendiri,” optimis Selvina.
Kisah Solusi Kopie dan Musti Coffee memperlihatkan pertumbuhan industri tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung di dalam kawasan industri, tetapi juga membuka ruang bagi berkembangnya usaha-usaha baru di sekitarnya. Dari secangkir kopi yang dinikmati pekerja selepas jam kerja, lahir peluang pasar memacu tumbuhnya kewirausahaan, memperluas serapan tenaga kerja, serta memperkuat perekonomian masyarakat di lingkar kawasan industri IMIP.*WAN