“Kami melibatkan suami dalam proses persalinan. Suami diberikan motivasi dan edukasi secara langsung. Ketika melihat perjuangan istrinya saat melahirkan, banyak yang kemudian tergerak untuk ikut berperan dalam perencanaan keluarga, termasuk mempertimbangkan menjadi peserta MOP,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Nuryamin menyampaikan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat yang pernah dilakukan pada masa lalu masih sangat relevan dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana saat ini. “Saya pikir banyak cara-cara yang pernah dilakukan dulu sebenarnya masih bisa kita hidupkan kembali dan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujar Nuryamin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada POGI Sulawesi Tengah atas dukungan dan kontribusinya dalam pelaksanaan Program Keluarga Berencana, khususnya pada pelayanan kontrasepsi mantap wanita atau Metode Operasi Wanita (MOW). Nuryamin juga berharap dr. Amirudin selaku dokter di Rumah Sakit Shindu Trisno dapat terus mendukung upaya peningkatan pelayanan KB di Sulawesi Tengah, terutama dalam pelaksanaan pelayanan kontrasepsi jangka panjang.

Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mempersiapkan berbagai kegiatan pelayanan KB serentak di seluruh kabupaten dan kota dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas). Salah satu fokus kegiatan adalah pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) dengan target sebanyak 279 akseptor, serta pelayanan KB pascapersalinan yang ditargetkan menjangkau 4.246 akseptor. AMR