Sementara itu, Irmawati, menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan kinerja seluruh penyuluh KB di lapangan. Dia menjelaskan bahwa penerapan sistem reward and punishment akan terus dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada petugas yang menunjukkan kinerja terbaik sekaligus sebagai upaya pembinaan terhadap petugas yang belum mencapai target kinerja yang diharapkan.
“Petugas yang menunjukkan kinerja baik tentu akan mendapatkan apresiasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, bagi petugas yang kurang aktif dan tidak menunjukkan peningkatan kinerja akan dilakukan evaluasi sebagai bagian dari pembinaan organisasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan para penyuluh KB semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pelaporan program, serta mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana di Kabupaten Parmout.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dan para penyuluh KB terkait berbagai tantangan pelaksanaan program di lapangan serta strategi percepatan pencapaian target program tahun 2026.
Kegiatan pembinaan turut didampingi oleh Ketua Tim Kerja 2 Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Liana Dewi Taufiq, S.E., M.M. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala Bidang KB dan KS DP3AP2KB Kabupaten Parmout, Wilna, S.Kep., Ns., serta Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Irwan, S.Pd. AMR