SULTENG RAYA-Universitas Tadulako (Untad) resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Mandiri Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 5.079 peserta.
Dari jumlah tersebut, 4.927 peserta mengikuti ujian di Media Center Untad, sementara 152 peserta mengikuti seleksi di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Pelaksanaan UTBK Jalur Mandiri berlangsung pada 10 hingga 18 Juni 2026 di Media Center Untad. Sementara ujian tertulis bagi peserta PSDKU dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026, hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Juli 2026.
Sebanyak 5.079 peserta tersebut memperebutkan sisa kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 2.413 kursi yang tersedia di berbagai program studi di lingkungan Untad.
Saat membuka pelaksanaan UTBK Jalur Mandiri, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., menegaskan bahwa universitas yang dipimpinnya tidak akan melakukan penambahan kuota penerimaan mahasiswa baru di luar yang telah ditetapkan.
“Dalam tiga tahun terakhir tidak ada penambahan kuota. Jadi, kuota yang kita masukkan ke kementerian itulah yang menjadi sasaran kita. Yang kita lakukan adalah pemenuhan kuota, bukan penambahan,” ujar Prof. Amar, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) agar calon mahasiswa yang belum tertampung di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta.
Dalam arahannya, Prof. Amar juga menitipkan sejumlah harapan kepada panitia pelaksana. Ia menekankan pentingnya menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam seluruh tahapan seleksi.
Selain itu, ia meminta agar integritas pelaksanaan ujian tetap dijaga dengan mencegah berbagai bentuk pelanggaran, seperti praktik perjokian dan kecurangan lainnya.
“Pelaksanaan tes mandiri ini harus menjunjung tinggi transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Kita juga harus memastikan tidak ada praktik-praktik kecurangan maupun perjokian dalam proses seleksi,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan yang prima dan humanis kepada seluruh peserta ujian. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari rumah sakit dan Pusat Neuro Sains Universitas Kedokteran (PNUK), menjadi bagian penting dalam memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti ujian.
Selain itu, ia mendorong seluruh panitia untuk terus meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan administrasi yang cepat dan tepat.
Prof. Amar berharap seluruh peserta dapat berkompetisi secara sehat dan jujur sehingga Untad mampu menjaring mahasiswa-mahasiswa unggul yang memiliki kemampuan akademik terbaik.
“Kita ingin mendapatkan mahasiswa-mahasiswa yang unggul melalui proses seleksi yang jujur dan sehat. Dengan demikian, mahasiswa yang diterima benar-benar memiliki kemampuan yang dapat mendukung prestasi akademik di Universitas Tadulako,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Amar juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun soal dan seluruh panitia pelaksana tes mandiri. Ia menilai kualitas soal yang digunakan selama ini telah memenuhi standar kelayakan dan kepatutan.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi beberapa tahun terakhir, materi ujian yang disusun tidak terlalu sulit maupun terlalu mudah, sehingga dianggap sesuai dengan kemampuan lulusan SMA dan memiliki tingkat kesetaraan yang baik dengan seleksi sejenis. ENG