Rusman menambahkan bahwa komisioner KPU Kota Palu telah memaparkan sejumlah gambaran awal dan rancangan mengenai potensi perubahan dapil tersebut. Jumlah alokasi kursi DPRD Kota Palu diproyeksikan akan meningkat dari yang semula 35 kursi menjadi 40 kursi (bertambah 5 kursi), yang berarti terdapat kemungkinan pemecahan wilayah di beberapa dapil berdasarkan sebaran jumlah penduduk di tiap kecamatan.
Saat ditanya mengenai langkah cepat Fraksi PKS yang sudah membangun komunikasi intensif dengan KPU meski penyelenggaraan pemilu masih terhitung jauh, Rusman menegaskan bahwa kesiapan dini merupakan kunci utama. PKS berkomitmen mempersiapkan seluruh perangkat partai dengan matang demi menghadapi Pemilu 2029 maupun Pemilu 2031.
“Kita ingin mempersiapkan segala perangkat menuju pemilu dengan baik. Fraksi PKS DPRD Kota Palu sebagai perpanjangan tangan struktur partai, tentu akan memberikan masukan, pendapat, dan saran kepada pengurus serta seluruh kader partai untuk bersiap secara dini,” jelasnya.
Persiapan yang matang ini, menurut Rusman, mencakup strategi penataan sumber daya manusia (SDM) partai yang akan bertarung di dapil baru, penguatan keterwakilan perempuan, hingga kesiapan administratif dalam menghadapi proses verifikasi partai politik yang lazim dilaksanakan menjelang pemilu.
Pada kesempatan itu, Rusman Ramli didampingi anggota Fraksi PKS DPRD Palu, Nurhalis Nur dan Ulfa serta pengurus DPC PKS Mantikulore. Rombongan Fraksi PKS disambut oleh lima komisioner KPU Kota Palu. WAN