Untuk mempertahankan opini WTP pada tahun-tahun mendatang, Untad terus melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari peningkatan kualitas perencanaan anggaran, percepatan realisasi belanja, hingga penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi internal di bidang keuangan.

Di sisi lain, Untad juga terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola keuangan melalui implementasi sistem yang terintegrasi. “Ke depan, aplikasi perencanaan dan keuangan yang terintegrasi harus berjalan optimal. Termasuk pembayaran remunerasi yang sudah diarahkan menggunakan sistem aplikasi sehingga tidak lagi dilakukan secara manual,” kata Prof. Rusydi.

Digitalisasi juga dilakukan pada sistem penerimaan dan pembayaran melalui layanan perbankan seperti virtual account dan QRIS guna meningkatkan transparansi serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan. Selain memperkuat tata kelola, Untad juga berupaya meningkatkan sumber pendapatan non-akademik melalui optimalisasi pemanfaatan aset yang dimiliki universitas. Beberapa potensi yang tengah dikembangkan antara lain pemanfaatan ruang dan fasilitas di kawasan kampus, laboratorium, serta asrama mahasiswa.

Untad juga menjajaki kerja sama dengan PT Pegadaian dalam mendukung pemberdayaan UMKM di lingkungan kampus yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru bagi universitas. Lebih lanjut, Untad saat ini tengah mengembangkan aplikasi Barang Milik Negara (BMN) yang akan mendukung pengelolaan aset dan pemeliharaan gedung secara digital. “Melalui aplikasi BMN ini nantinya pemanfaatan aset, ketersediaan fasilitas, hingga kebutuhan pemeliharaan gedung dapat dipantau secara lebih efektif. Sistem ini sedang dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat segera dioperasikan,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Prof. Rusydi mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga budaya tata kelola yang baik dan mematuhi mekanisme keuangan yang telah ditetapkan universitas. “WTP merupakan opini audit yang mencerminkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan. Karena itu, kita harus terus berupaya menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan agar semakin baik dari waktu ke waktu,” tutupnya.

Capaian opini WTP selama sekitar 13 tahun berturut-turut menjadi bukti komitmen Untad dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi. *ENG