Di sektor pertanian, Anwar Hafid memperkenalkan program “Berani Panen Raya” yang berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui ekspor langsung ke luar negeri. Ia mengungkapkan telah membuka komunikasi dengan investor di Tiongkok untuk mendorong pembangunan industri pengolahan di Sulawesi Tengah. “Kita tidak mau lagi hasil kita dibawa keluar dalam bentuk mentah. Kita ingin diolah di sini supaya nilai tambahnya dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, komoditas seperti kelapa memiliki potensi besar. Bahkan di pasar internasional, air kelapa dapat dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibanding di dalam negeri. Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Gubernur juga menekankan pentingnya aspek spiritual melalui program “Berani Berkah”, dengan mengajak masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah sebagai pusat keberkahan. “Kalau kita ingin daerah ini aman, sejahtera, dan penuh keberkahan, maka ramaikan masjid, gereja, dan pura. Dari situlah keberkahan itu datang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keterbukaan, Gubernur juga membuka layanan pengaduan masyarakat melalui WhatsApp yang aktif 24 jam. “Silakan masyarakat menyampaikan keluhan. Kami siapkan layanan 24 jam untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan cepat,” tambahnya.

Peringatan 50 tahun transmigrasi ini menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, serta nilai-nilai spiritual masyarakat.  WAN