Selain rekonstruksi jalan provinsi, program tersebut juga mencakup pembangunan akses baru, rehabilitasi jalan desa, serta pembangunan dan penggantian jembatan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Anwar Hafid menegaskan bahwa meskipun kondisi fiskal daerah mengalami penyesuaian, pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Ia menyebut berbagai langkah efisiensi dilakukan pada belanja operasional pemerintahan agar ruang fiskal tetap tersedia untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. “Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata. Karena itu kami memastikan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap berjalan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menilai pembangunan infrastruktur melalui Program Berani Lancar akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Menurut Rizal, perbaikan jalan dan jembatan akan mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat, membuka peluang investasi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sigi dan daerah sekitarnya.
“Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil produksi, dan mempercepat kemajuan daerah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik, percepatan distribusi komoditas unggulan daerah, serta pembukaan akses kawasan terpencil yang diharapkan mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun mendatang.FRY