Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha. Dengan demikian, perusahaan memiliki fleksibilitas dalam menghadapi perubahan ekonomi, sementara pekerja tetap memperoleh perlindungan yang memadai.
Ia juga menilai regulasi ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih banyak dirancang berdasarkan karakteristik industri manufaktur konvensional sehingga perlu disesuaikan dengan perkembangan model kerja modern seperti remote working, hybrid working, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Lebih lanjut, Prof. Amar menekankan pentingnya proses penyusunan regulasi yang melibatkan dialog sosial secara luas, transparansi penyusunan naskah kebijakan, serta didukung oleh kajian akademik yang kuat dan berbasis data. Selain aspek regulasi, Rektor Untad juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perubahan pasar kerja global. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses pembahasan revisi regulasi ketenagakerjaan di tingkat nasional.
Menurutnya, DPR RI berkomitmen menghadirkan regulasi yang mampu memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. “Masukan dari akademisi, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar regulasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan ketenagakerjaan di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, diharapkan revisi regulasi ketenagakerjaan mampu menghadirkan sistem hubungan industrial yang lebih adaptif, berkeadilan, serta mampu menjawab berbagai tantangan dunia kerja di era digital. *ENG