Ia menambahkan, pengembangan program studi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Sementara itu, Sekretaris LPMPP Untad, Prof. Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M. Si. menyampaikan bahwa perkembangan tersebut merupakan capaian positif bagi Untad dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas institusi.
“Peningkatan jumlah Prodi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah,” kata Dr. Amiruddin
Selain penambahan jumlah Prodi, Untad juga terus mendorong penguatan mutu melalui peningkatan akreditasi. Saat ini, persentase Prodi yang telah meraih akreditasi Unggul dan Baik Sekali mencapai 67,96 persen. Ia menjelaskan bahwa akreditasi merupakan bentuk penilaian kualitas oleh pihak eksternal, seperti BAN-PT dan LAM, dengan indikator yang jelas serta melalui tahapan yang berjenjang.
Menurutnya, perkembangan mutu dan jumlah Prodi menunjukkan komitmen pimpinan, mulai dari tingkat rektor, fakultas hingga program studi, terhadap peningkatan kualitas institusi dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Dengan pengembangan Prodi yang terus berjalan dan penguatan akreditasi yang konsisten, Untad diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi unggulan di Sulawesi Tengah yang berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.*ENG
