Menurutnya, kegiatan Visiting Professor memiliki nilai tambah yang besar, baik bagi pengembangan diri maupun institusi. “Program ini memberikan pengakuan internasional dan memperluas jaringan kolaborasi untuk grant penelitian, publikasi ilmiah, hingga peluang co-promotor dengan universitas di sana. Semoga juga dapat meningkatkan kapasitas Universitas Tadulako dan menjadi motivasi untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah,” tuturnya.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar S.T., M.T menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, pengalaman menjadi Visiting Professor menjadi bukti bahwa akademisi Untad memiliki kompetensi dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia menilai, keterlibatan dosen Untad dalam kegiatan akademik internasional tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga membawa nama baik institusi, khususnya dalam mendorong internasionalisasi kampus dengan memperkuat jejaring kerja sama Untad dengan perguruan tinggi luar negeri.
“Partisipasi dosen Untad dalam program akademik internasional seperti Visiting Professor tentu tidak hanya berdampak pada pengembangan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat upaya internasionalisasi kampus yang menjadi visi bersama Universitas Tadulako. Program Visiting Professor juga merupakan bagian dari target Universitas Tadulako tahun 2026 dalam meningkatkan kolaborasi akademik serta reputasi kampus di tingkat internasional,” ungkap Rektor Amar.
Ke depan, Rektor menegaskan bahwa Untad akan terus mendorong para dosen untuk aktif dalam kolaborasi internasional melalui program visiting professor, riset bersama, publikasi ilmiah bereputasi, serta berbagai forum akademik global lainnya. Ia juga berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi akademisi lain di lingkungan Untad untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.*ENG