Lebih lanjut, secara keseluruhan proyeksi kebutuhan avtur pada periode haji tahun ini mencapai lebih dari 80.000 KL, meningkat 1,2% dibandingkan periode haji sebelumnya dan sekitar 5,6% di atas rerata penyaluran harian normal. Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi.

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi melalui sistem Digital Ground Operation (DGO). Sistem ini memungkinkan proses monitoring pengisian hingga validasi transaksi dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi, efisiensi, serta traceability dalam distribusi avtur kepada maskapai penyelenggara haji, seperti Garuda Indonesia dan Saudia. Implementasi ini turut memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance dan akuntabilitas layanan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa kesiapan operasional di wilayah Sulawesi terus diperkuat seiring peningkatan kebutuhan penerbangan haji.

“Pertamina memastikan seluruh kebutuhan avtur di wilayah Sulawesi terpenuhi melalui sistem distribusi yang andal serta dukungan operasional yang optimal. Dengan adanya peningkatan jumlah jamaah, kami juga memperkuat kesiapan di lapangan agar seluruh proses penerbangan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” ujar Lilik.

Pertamina turut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh calon jamaah haji agar diberikan kelancaran dalam perjalanan, kesehatan selama menjalankan ibadah, serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji yang mabrur.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari peran strategis Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kehadiran negara melalui layanan energi yang andal, serta mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia. WAN