“Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan gedung permanen bisa segera dimulai tahun ini. Ini penting agar ke depan kapasitas penerimaan siswa dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Terkait penerimaan siswa baru, Mensos menyebutkan kuota Sekolah Rakyat secara nasional tahun ajaran ini mencapai sekitar 30.000 siswa dan ditargetkan meningkat menjadi 60.000 siswa pada tahun depan, mencakup jenjang SD hingga SMA.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses penerimaan siswa tidak melalui pendaftaran terbuka, melainkan sistem penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran. Tim dari Kementerian Sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS) akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan dialog dengan orang tua.

“Jika memenuhi kriteria dan mendapat persetujuan orang tua, maka akan ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak usia sekolah memperoleh pendidikan yang layak. Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh dipekerjakan pada usia sekolah. “Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan kepada keluarga yang paling tidak mampu agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program tersebut, mengingat masih banyak anak usia sekolah yang belum bersekolah atau berisiko putus sekolah. “Dengan pendidikan, kita berharap anak-anak ini bisa menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” pungkasnya.FRY