SULTENG RAYA – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase mendorong peningkatan budaya membaca dan penguatan literasi masyarakat melalui Festival Literasi Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026.

Kegiatan ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Nasional di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Profesionalisme Aparatur Sipil Negara karya Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mendorong peningkatan minat baca, kemampuan literasi, dan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

Bupati menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca di Kabupaten Parigi Moutong.

Menurutnya, pencapaian kedua indikator tersebut membutuhkan inovasi dan program berkelanjutan dari pemerintah daerah serta dukungan masyarakat.

Ia juga meminta agar perpustakaan dikembangkan menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik, terutama bagi anak-anak dan pelajar.

Selain meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, pemerintah daerah didorong memperkuat kerja sama dengan sekolah melalui kunjungan rutin serta mengembangkan perpustakaan desa untuk memperluas akses bacaan.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, mengatakan penguatan budaya literasi perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan dilanjutkan di lingkungan masyarakat.

Ia menyebutkan, berdasarkan data, Tingkat Kegemaran Membaca di Kabupaten Parigi Moutong tercatat sebesar 50,28 persen.

Capaian tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama dalam menyusun strategi dan program peningkatan minat baca.

Hestiwati juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan, pengaktifan kembali layanan perpustakaan keliling, serta penguatan pendampingan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Selain itu, ia mengajak orang tua membiasakan anak membaca sejak dini melalui kegiatan sederhana, seperti membacakan dongeng dan mengenalkan berbagai jenis buku.

Ia turut mendorong pelaksanaan kembali lomba puisi, pidato, dan bertutur melalui kerja sama dengan satuan pendidikan. Kegiatan tersebut dinilai dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepercayaan diri anak.

Dalam kesempatan itu, Hestiwati mengapresiasi pelajar Parigi Moutong yang meraih juara pertama lomba bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan literasi.

Panitia melaporkan, Festival Literasi 2026 mengusung tema “Literasi Hebat Parigi Moutong Maju”.

Rangkaian kegiatan meliputi lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak yang diikuti 350 peserta, lomba puisi tingkat SMP dan sederajat dengan 82 peserta dari 32 sekolah, serta pameran sekolah dan perpustakaan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, memperkenalkan buku Profesionalisme Aparatur Sipil Negara. Buku tersebut membahas profesionalisme aparatur, reformasi birokrasi, integritas, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui buku itu, Zulfinasran mengajak aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. AJI