SULTENG RAYA – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menggelar Workshop Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus penyusunan visi dan misi fakultas serta visi dan misi program studi di lingkungan FAI.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss-Belexpress Palu, Rabu (16/9/2026), dan dibuka langsung Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM.
Dalam sambutannya, Prof Rajindra menegaskan pentingnya seluruh peserta mengikuti kegiatan tersebut secara serius. Karena pengembangan kurikulum berbasis OBE bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi berkaitan langsung dengan mutu dan masa depan program studi.
Ia menyebut terdapat tiga alasan utama mengapa kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara serius.
“Pertama, ini adalah perintah akreditasi dan pemerintah. Mulai tahun 2024, seluruh kurikulum perguruan tinggi di Indonesia wajib berbasis OBE. Ini bukan pilihan, ini adalah kewajiban dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan LAMDIK,” tegasnya.
Menurut Prof Rajindra, penerapan OBE menempatkan capaian lulusan sebagai orientasi utama dalam proses pendidikan. Karena itu, kurikulum harus dirancang bukan hanya berdasarkan materi yang disampaikan dosen, tetapi juga kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jadi hari ini bukan sekadar workshop, tapi ikhtiar menyelamatkan mutu dan masa depan prodi-prodi yang ada di sini,” ujarnya.
Alasan kedua, lanjut Prof Rajindra, konsep OBE dinilai memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan FAI. OBE menitikberatkan pada outcome atau hasil yang dapat dicapai mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
“OBE adalah ruh dari ajaran Islam itu sendiri. OBE fokusnya pada outcome, bukan apa yang diajarkan oleh dosen, melainkan apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa setelah lulus. Ini sejalan dengan ajaran Islam, karena Islam tidak menilai hafalan saja, melainkan amal,” jelasnya.
Alasan ketiga, FAI Unismuh Palu didorong untuk terus meningkatkan mutu sehingga mampu menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing di Sulawesi Tengah.
“Fakultas Agama Islam harus menjadi prodi yang unggul dan berdaya saing di Sulawesi Tengah. Nah, ini baru satu, baru Pendidikan Agama Islam yang unggul. Mudah-mudahan yang lainnya unggul juga,” ujarnya.
Prof Rajindra juga mengingatkan agar hasil workshop tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Ia meminta kurikulum yang telah disusun benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.
“Jangan hanya jadi dokumen di lemari. Banyak kampus kurikulumnya bagus di atas kertas, tapi tidak dilaksanakan di kelas. Hasil workshop hari ini harus langsung jadi RPS,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FAI Unismuh Palu, Dr. Moh. Rizal Masdul, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas meningkatkan mutu pendidikan, khususnya melalui penyusunan dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
“Tujuannya menghasilkan dokumen kurikulum yang relevan, terukur, dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dunia kerja, serta visi dan misi institusi,” jelasnya.
Workshop tersebut diikuti sekitar 70 peserta. FAI Unismuh Palu menghadirkan Prof. Drs. Anang Wahid Muhammad Diah, M.Si., Ph.D., sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman sekaligus pendampingan dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE.
Kegiatan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari mitra, pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, dosen, kepala sekolah, hingga para pakar dari UIN Sunan Kalijaga, UIN Datokarama Palu, dan Universitas Tadulako. Selain itu, turut dilibatkan Ketua Pengadilan Agama.
Rizal menilai keterlibatan berbagai pihak tersebut penting untuk memastikan kurikulum yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Masukan, saran, kritikan mereka sangat penting dalam penyusunan kurikulum OBE itu. Tanpa itu semua mustahil untuk mendapatkan kurikulum dan lulusan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” sebutnya. ENG
