SULTENG RAYA- Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan pangan alokasi Juli-September secara simbolis untuk Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, di Kantor Camat Tinombo, Sabtu (29/8/2026).

‎Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Bupati – Erwin Burase, Wakil Bupati – Abdul Sahid, Pimwil Bulog Kanwil Sulteng – Jusri Pakke, perwakilan TNI-Polri, dan unsur lainnya.

‎Hal ini dilakukan Bulog Sulteng sebagai implementasi penyaluran banpang hingga ke desa tertinggal, terdepan, terluar (3T). Seperti diketahui, di Kecamatan Tinombo, terdapat sejumlah desa yang masuk dalam kategori ini – seperti; Baina’a Barat, Lombok Barat, Taipa Obal, Patingke, Ogoalas. Desa-desa itu secara topografi berada di wilayah pegunungan.

‎Adapun untuk alokasi di Kecamatan Tinombo, Banpang yang disalurkan sebanyak 156 ton untuk 5.206 penerima bantuan pangan (PBP), sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 2.095 ton untuk 69.832 PBP.

‎Pimwil Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke menyampaikan bahwa, penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk memastikan bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

‎Menurut Pimwil Jusri, kondisi geografis bukan menjadi alasan bagi Bulog untuk membatasi jangkauan penyaluran pangan. Justru, masyarakat yang berada di wilayah dengan akses sulit membutuhkan perhatian dan pelayanan yang sama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

‎“Bulog hadir bukan hanya untuk menyalurkan beras, tetapi bagaimana kami bisa mengantarkan kebaikan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Wilayah 3T juga merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan pangan sampai kepada penerima,” ujar Jusri.

‎Ia mengatakan, penyaluran bantuan pangan hingga ke wilayah pegunungan membutuhkan koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga para pihak yang terlibat di lapangan.

‎Jusri menegaskan, Bulog akan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan, sehingga tidak ada masyarakat penerima bantuan yang tertinggal hanya karena kendala jarak dan kondisi geografis.

‎“Ini adalah semangat kami, mengantarkan kebaikan. Sejauh masyarakat membutuhkan dan menjadi bagian dari penerima bantuan pangan, kami akan berupaya agar bantuan tersebut dapat sampai,” katanya.

‎Ia berharap bantuan pangan alokasi Juli-September dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan rumah tangga, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. RHT