SULTENG RAYA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah, perjalanan dinas rombongan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) ke Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi perhatian publik. Bukan semata karena pelaksanaannya, tetapi juga lantaran muncul dugaan adanya peserta dari luar lingkungan Bapenda yang ikut dalam rombongan tersebut.

Informasi yang dihimpun Sulteng Raya menyebutkan rombongan dipimpin Sekretaris Bapenda Kabupaten Parmout dengan jumlah peserta sekitar 10 orang. Di tengah berjalannya kegiatan itu, beredar kabar yang menyebut seorang yang diduga merupakan suami Sekretaris Bapenda turut mengikuti perjalanan dinas tersebut.

Isu itu kemudian memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat. Publik menyoroti dasar penugasan, urgensi keikutsertaan setiap peserta, hingga sumber pembiayaan apabila benar terdapat peserta yang bukan merupakan pegawai Bapenda atau tidak memiliki tugas kedinasan.

Sorotan tersebut juga tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam menerapkan efisiensi belanja daerah. Masyarakat berharap setiap perjalanan dinas benar-benar memberikan manfaat yang terukur serta dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Apabila informasi yang beredar terbukti benar, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Parmout memberikan penjelasan secara terbuka mengenai tujuan kegiatan, daftar peserta, dasar penugasan masing-masing peserta, serta sumber anggaran yang digunakan agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Yasir, membantah adanya peserta non pegawai dalam rombongan perjalanan dinas ke Balikpapan. “Tidak ada yang bukan pegawai Bapenda. Semua yang ikut adalah pegawai Bapenda dan merupakan bagian dari Tim Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD),” tegas Yasir saat dikonfirmasi Sulteng Raya, Minggu (2/8/2026) malam.