Yasir menjelaskan, seluruh peserta berjumlah 10 orang merupakan anggota Tim ETPD yang melakukan studi banding ke Kota Balikpapan untuk mempelajari implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Menurutnya, Balikpapan dipilih karena dinilai sebagai salah satu daerah terbaik dalam penerapan ETPD.

Ia menuturkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas penerapan ETPD di Kabupaten Parmput. Dalam kegiatan itu turut hadir Sekretaris Daerah Parmout, sementara dirinya tidak ikut karena memiliki agenda lain.

Di sisi lain, Yasir mengakui anggaran perjalanan dinas yang tersedia pada awalnya hanya mencukupi enam orang. Namun, karena Tim ETPD terdiri atas 10 anggota, rombongan memilih menggunakan transportasi laut sebagai langkah efisiensi agar seluruh anggota tim tetap dapat mengikuti kegiatan. “Kalau menggunakan pesawat biayanya jauh lebih mahal. Karena timnya ada 10 orang, akhirnya dipilih naik kapal supaya anggaran yang tersedia bisa mencukupi,” jelasnya.

Menurut Yasir, kunjungan tersebut juga berkaitan dengan proses penilaian ETPD. Ia mengungkapkan Kabupaten Parmout sebelumnya berhasil meraih peringkat pertama implementasi ETPD di Sulawesi Tengah berdasarkan penilaian Bank Indonesia. Karena itu, pengalaman Balikpapan diharapkan dapat menjadi referensi untuk memperkuat implementasi ETPD di daerah.

“Balikpapan termasuk daerah terbaik dalam penerapan ETPD. Karena itu kami ingin melihat langsung bagaimana implementasinya sebagai bahan pembelajaran dan penguatan ETPD di Parmout,”pungkasnya. AJI