SULTENG RAYA – Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad) menggelar Silaturahmi Akademik Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Tahun Akademik 2026 di Best Western Plus Coco Palu, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan bertema “Menumbuhkan Budaya Akademik yang Berkarakter, Berintegritas, Kolaboratif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045” itu dibuka langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T.
Silaturahmi akademik tersebut diikuti mahasiswa baru dari 20 program studi magister dan doktor yang berada di bawah Pascasarjana, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Kegiatan juga menghadirkan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., sebagai narasumber utama. Ketua Panitia, Dr. Hasdin, S.Pd., M.Pd., mengatakan silaturahmi akademik menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik sekaligus membangun jejaring ilmiah lintas disiplin.
“Peserta berasal dari 20 program studi magister dan doktor. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir jejaring akademik yang kuat, kolaborasi lintas disiplin, serta semangat menghasilkan penelitian dan inovasi yang memberi manfaat bagi Universitas Tadulako, daerah, bangsa, hingga dunia,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana Untad, Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng., menjelaskan rangkaian orientasi akademik telah dimulai sehari sebelumnya melalui sosialisasi kurikulum di masing-masing program studi dan pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIGA). Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar mahasiswa memahami sistem pembelajaran dan tata kelola akademik sejak awal perkuliahan.
Ia menegaskan Pascasarjana Untad terus melakukan pembenahan tata kelola akademik melalui penyempurnaan kurikulum, penyesuaian beban studi, serta penguatan sistem administrasi agar proses pendidikan berjalan lebih efektif, transparan, dan sesuai regulasi.
“Kami ingin memastikan seluruh proses akademik berjalan lebih tertib dan transparan. Kurikulum terus kami benahi, sistem administrasi kami sesuaikan, dan jurnal-jurnal Pascasarjana kami aktifkan kembali agar menjadi wadah publikasi ilmiah mahasiswa tanpa mengesampingkan integritas akademik,” kata Prof. Wayan.
Selain mengaktifkan kembali jurnal yang telah ada, Pascasarjana Untad juga menyiapkan pembentukan jurnal baru pada bidang ilmu yang belum memiliki media publikasi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas riset dan kualitas luaran akademik mahasiswa.