Prof. Wayan juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan seluruh proses akademik. Menurutnya, seluruh mahasiswa memiliki kedudukan yang sama dalam mematuhi aturan administrasi, jadwal pelayanan, maupun ketentuan akademik yang berlaku, tanpa memandang latar belakang profesi atau jabatan.

Sementara itu, Rektor Untad Prof. Amar menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar akademik, tetapi juga menjadi wahana memperdalam ilmu pengetahuan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, mematangkan intelektualitas, serta membentuk karakter akademisi yang bertanggung jawab.

Ia menyebut Program Pascasarjana merupakan marwah utama sebuah perguruan tinggi sehingga seluruh penyelenggaraan pendidikan harus memenuhi standar akademik, termasuk penyelesaian studi sesuai ketentuan guna menjaga mutu lulusan dan reputasi institusi.

Dalam sambutannya, Rektor juga mengaitkan tema kegiatan dengan semangat Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako melalui akronim KITA, yakni Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif, serta nilai UNTAD yang dimaknai sebagai Unggul, Tangguh, dan Adaptif.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun budaya akademik yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. “Pendidikan pascasarjana bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi merupakan proses pendalaman ilmu, penguatan kapasitas kepemimpinan, kematangan intelektual, serta pembentukan karakter akademis yang bertanggung jawab. Manfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, secara bijaksana sebagai pendukung pembelajaran dan penelitian, namun tetap menjunjung tinggi integritas akademik, kejujuran ilmiah, dan menghindari plagiarisme,” tegasnya.

Rektor juga mendorong mahasiswa aktif menghasilkan publikasi ilmiah, mengikuti seminar dan konferensi ilmiah, serta membangun jejaring akademik yang lebih luas. Ia berharap penelitian yang dilakukan mahasiswa mampu menjawab berbagai kebutuhan pembangunan daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Prof. Amar menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Mahasiswa pascasarjana, katanya, harus mampu menjadi agen transformasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai kebangsaan, dan karakter yang kuat sebagai bekal mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika Pascasarjana Universitas Tadulako untuk terus bersinergi membangun lingkungan akademik yang kondusif, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta menjaga marwah Pascasarjana Untad sebagai institusi yang unggul, tangguh, dan adaptif.*ENG