SULTENG RAYA – Upaya membuka jalan bagi komoditas hortikultura Sulawesi Tengah menembus pasar internasional terus dilakukan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout). Setelah menjalin kemitraan dengan Chengdu Huishi Technology Co., Ltd. di Provinsi Sichuan, kini KADIN Parigi Moutong memperluas jejaring kerja sama dengan Fuzhou Fruit Industry Chamber of Commerce di Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok.

Dipimpin langsung Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong pertemuan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) itu, menjadi langkah strategis untuk menjajaki peluang perdagangan hortikultura, khususnya durian dan manggis, ke salah satu pusat perdagangan buah terbesar di Tiongkok.

Di balik pertemuan tersebut tersimpan harapan besar. Sulawesi Tengah tidak hanya ingin menjadi daerah penghasil buah berkualitas, tetapi juga mampu hadir sebagai pemain utama dalam rantai pasok buah tropis di pasar internasional.

Faradiba menjelaskan, salah satu fokus pembahasan adalah peluang pemasaran durian segar (fresh durian) asal Sulawesi Tengah. Selama ini Indonesia baru mengekspor durian dalam bentuk beku (frozen) ke Tiongkok, sementara pasar Fuzhou memiliki permintaan yang tinggi terhadap durian segar.

“Kami berharap apabila protokol ekspor durian segar Indonesia ke Tiongkok telah dibuka, maka durian segar asal Sulawesi Tengah dapat menjadi salah satu komoditas yang dipasarkan langsung di Pasar Induk Buah Fuzhou. Ini akan menjadi peluang strategis untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah,” ujar Faradiba.

Tak hanya durian, peluang ekspor manggis juga menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Meski Indonesia telah memiliki akses ekspor manggis ke Tiongkok, hingga kini manggis asal Sulawesi Tengah belum masuk dalam jaringan distribusi di Pasar Induk Buah Fuzhou.