SULTENG RAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kemandirian sektor pertanian. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN meresmikan bantuan Electrifying Agriculture berupa fasilitas Screen House modern beserta sarana pendukung bagi Kelompok Tani Sukamaju di Kelurahan Kakaskasen II, Kota Tomohon.
Peresmian ini menjadi wujud nyata dukungan PLN dalam menggerakkan sektor agrikultur berbasis teknologi modern (smart farming), sekaligus menyokong ketersediaan pasokan bunga krisan berkualitas tinggi guna menyukseskan perhelatan akbar internasional Tomohon International Flower Festival (TIFF) Tahun 2026.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menjelaskan bahwa inovasi Electrifying Agriculture memanfaatkan teknologi kelistrikan untuk mengoptimalkan proses budidaya florikultura di daerah berhawa sejuk tersebut.
“Melalui program Electrifying Agriculture, PLN hadir memberikan solusi berbasis energi listrik. Kehadiran cahaya lampu di dalam screen house menggantikan peran sinar matahari di malam hari, sehingga proses fotosintesis krisan tetap berjalan optimal. Hasilnya, masa vegetatif dapat diatur dengan presisi, tinggi tangkai bunga menjadi ideal, dan produktivitas panen petani meningkat secara signifikan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ungkap Usman.
Bantuan intervensi program yang diserahkan oleh PLN UID Suluttenggo mencakup 1 Unit Screen House Full Set, bibit tanaman Krisan unggulan, perlengkapan sistem pengairan, serta sarana penerangan berbasis listrik. Untuk efisiensi maksimal, sistem ini dilengkapi dengan automatic timer pada pencahayaan lampu guna menerapkan konsep Smart Farming.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menambahkan pendampingan dan modernisasi ini dirancang agar memberikan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para petani lokal.
“Kami di tingkat Unit Pelaksana senantiasa memastikan bahwa program bantuan ini dikawal dengan baik dari sisi keandalan pasokan listrik maupun pemanfaatannya. Penerapan konsep smart farming ini tidak hanya efisien, tetapi juga mendongkrak daya saing hasil tani Kota Tomohon agar memenuhi standar pasar yang lebih luas,” tutur Revi.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh jajaran Pemerintah Kota Tomohon. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Edvin Michael Joseph, SSTP, M.Si, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dan PLN dalam memajukan sektor pertanian florikultura.