SULTENG RAYA – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., M.M., menegaskan bahwa ke depan setiap PKB/PLKB harus menunjukkan kinerja yang terukur dan berkualitas. Untuk itu, BKKBN akan menerapkan sistem “rekam medik” atau rapor kinerja yang menjadi tolok ukur dalam menilai baik buruknya kinerja penyuluh KB. Hal tersebut disampaikan Nuryamin saat kegiatan Pembinaan PKB/PLKB Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Petasia, Rabu (17/6/2026).

Dalam arahannya, Nuryamin menekankan bahwa penyuluh KB harus memiliki mental terbaik dalam bekerja, mampu menunjukkan kinerja yang cemerlang, serta menuntaskan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi personal yang baik dengan lintas sektor guna mempermudah pelaksanaan tugas, sekaligus menjunjung tinggi adat istiadat dan peraturan lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal di wilayah penugasan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sulteng, Irmawati menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja. Menurutnya, setiap penyuluh tidak hanya menuntut hak, tetapi juga harus mampu memenuhi kewajiban, termasuk menyampaikan laporan tepat waktu dan menyelesaikan tugas sesuai target.

Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi penyuluh KB di lapangan, mulai dari kendala penggunaan aplikasi e-Visum hingga upaya peningkatan performa dan capaian kinerja PKB/PLKB di Kabupaten Morowali Utara.

Kegiatan itu juga dihadiri, Plh. Sekretaris Dinas P2KBP3 Kabupaten Morut, Endang Berta Lanie, SE., Kepala Bidang Dalduk DP2KBP3A Morut, Rista Aris, SE, serta 38 PKB/PLKB dari 10 kecamatan se-Kabupaten Morut. AMR