SULTENG RAYA – Kepanikan sempat menyelimuti warga Kabupaten Parigi Moutong saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA.
Getaran yang terasa kuat membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 1,039 derajat Lintang Selatan dan 120,231 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan tidak hanya dirasakan di Parigi Moutong, tetapi juga hingga Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Pasca-gempa, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat melakukan langkah penanganan. Melalui siaran pers resmi Nomor: 000.1/395/SEK yang ditandatangani Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, pemerintah daerah menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih bersifat dinamis dan membutuhkan kewaspadaan seluruh masyarakat.
BMKG mencatat, hingga siaran pers diterbitkan telah terjadi sekitar 15 kali gempa susulan (aftershock). Kondisi tersebut membuat warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan. Di sisi lain, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak.
Data sementara yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa rumah warga. Di Kecamatan Torue, Desa Torue, tercatat sembilan unit rumah mengalami kerusakan yakni satu unit di Dusun I, dua unit rumah di Dusun II, satu unit rumah di Dusun III, serta satu unit rumah di Dusun IV.
Sementara itu, di Desa Tolai, Kecamatan Torue, satu unit rumah di Dusun V juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan. Kerusakan serupa turut dilaporkan terjadi di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan. Sebanyak satu unit rumah warga di Dusun IV terdampak gempa yang terjadi menjelang siang tersebut. Total 11 rumah mengalami kerusakan.