SULTENG RAYA – Komunitas Tangan di Atas (TDA) Palu menggelar Pesta Wirausaha Palu (PWP) 2026 bertajuk “Local to Next Level” di Tanaris Coffee, Jalan Juanda, Kota Palu, Sabtu-Ahad (13-14/6/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Bank Syariah Nasional (BSN) bersama mitra strategis seperti Bank Indonesia ini, dirancang sebagai wadah kolaborasi memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Palu dan sekitarnya.
Direktur Pesta Wirausaha Palu 2026, Munir Basba mengatakan, tema yang diusung menjadi ajakan bagi pelaku usaha lokal untuk terus tumbuh, berinovasi, dan membawa produk daerah menembus pasar yang lebih luas.
” “Local to Next Level” ini adalah sebuah gaung bagi pelaku usaha untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan membawa potensi lokal menuju level nasional,” ujarnya.
Munir menjelaskan, PWP 2026 akan menghadirkan sedikitnya 10 pemateri nasional yang telah memiliki pengalaman dan bisnis yang berkembang di berbagai sektor.
Materi yang disajikan disebut akan mencakup berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari tahap awal membangun usaha hingga strategi pengembangan dan ekspansi bisnis. “Materi yang dibawakan juga kompleks, mulai dari hulu hingga hilir,” katanya.
Tak hanya menghadirkan pembicara nasional, kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 45 pemateri lokal yang akan tampil dalam berbagai sesi panel diskusi. Para pelaku usaha dan praktisi tersebut akan membagikan pengalaman serta strategi dalam mengembangkan UMKM, khususnya yang relevan dengan kondisi dan tantangan di Sulawesi Tengah.
Menurut Munir, kehadiran para pemateri lokal diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih dekat dengan realitas pelaku usaha daerah.
Pesta Wirausaha Palu 2026 terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa yang sedang merintis usaha, praktisi bisnis, hingga masyarakat umum yang tertarik pada dunia kewirausahaan. Panitia menyiapkan kuota sebanyak 500 peserta dan optimistis seluruh tiket akan terserap.
“Peserta yang kami rangkul beragam. Ada UMKM, mahasiswa yang sedang merintis usaha, praktisi UMKM, dan lainnya. Kuota kami 500 peserta dan insyaallah tiket akan penuh,” ungkapnya.
Menurutnya, ti tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian pelaku usaha, Munir berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang belajar sekaligus sumber motivasi bagi UMKM untuk terus bertahan dan berkembang. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha.
“UMKM saat ini membutuhkan boosting pengetahuan agar usahanya bisa bertahan, berkolaborasi, dan berkembang bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Palu disebut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Munir, pemerintah menyambut baik inisiatif yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan memperkuat ekosistem usaha yang sudah tumbuh di daerah.
Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan iklim kewirausahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Agar materi lebih mudah dipahami peserta, panitia memilih format talkshow sebagai konsep utama kegiatan. Skema tersebut memungkinkan interaksi yang lebih intens antara peserta dan narasumber, sekaligus menciptakan suasana diskusi yang lebih santai dan komunikatif.
“Kami mendesain kegiatan ini dengan format talkshow agar peserta lebih mudah menyerap materi. Interaksi antara pemateri dan peserta juga bisa berlangsung lebih intens,” tutup Munir. RHT