SULTENG RAYA- Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen mendukung dan mendorong ekspor produk unggulan daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya durian ke pasar global. Kolaborasi dan sinergitas bersama pemprov difokuskan membangun ekosistem durian nasional untuk kepentingan ekspor jangka panjang komoditas tersebut.
Demikian dikatakan, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding pascaaudiensi dengan Pemprov Sulteng bersama Forkompinda dan stakeholder terkait serta pelaku usaha.
Abdul Karding terjun langsung meninjau PH (packing house)/ rumah kemas produk durian beku yang sudah ekspor dan bertatap dialog langsung dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dan petani durian, Kamis (28/5/2026). “Kabupaten Parmout menjadi salah satu titik penting dan strategis dalam rantai ekspor durian ke Tiongkok karena proses hulu hingga hilirnya,” ucap Karding.
Lebih lanjut, Karding menjelaskan 3 dari total 7 rumah kemas sudah teregistrasi IKT oleh Barantin dan akses ekspor langsung durian ke Tiongkok menjadi pondasi kuat yang perlu dukungan kolaborasi dan sinergi bersama agar berlangsung jangka panjang karena sangat berdampak panjang perekonomian daerah baik iklim investasi maupun kesejahteraan petani.
Dia melanjutkan, upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi optimalisasi ekspor durian Sulteng yang saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan nasional. Pendampingan karantina dilakukan secara menyeluruh mulai dari ketertelusuran dari pemenuhan registrasi kebun yang disetujui otoritas berwenang, registrasi rumah kemas yang memenuhi manajemen mutu, ketertelusuran (Traceability) dari kebun, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) hingga keamanan pangan terkait residu pestisida dan kontaminan.
