Kontribusi nilai ekspor Karantina Tahun 2025 terhadap ekonomi daerah sangat nyata. Berdasarkan data Best-Trust dan BPS Provinsi Sulteng, nilai ekspor karantina menyumbang 7,31% terhadap PDRB komponen ekspor Sulteng. Secara khusus, ekspor durian sendiri memberikan kontribusi sebesar Rp 304,4 miliar terhadap perekonomian Sulteng.

Karding menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan. Oleh karena itu, Karantina hadir memberikan pendampingan teknis kepada petani, kelompok tani, hingga eksportir agar proses ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan.

Sementara, Bupati Parmout, Erwin Burase yang hadir langsung mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan pada daerahnya.

“Kami tentunya sangat berbangga Komoditas durian asal Parmoput telah berhasil menembus pasar Tiongkok melalui ekspor durian beku dari awal tahun 2026 hingga saat ini. Pemerintah menilai peluang pasar global, khususnya Tiongkok, masih sangat terbuka lebar dengan tingginya permintaan,”ujarnya.  */ABS