SULTENG RAYA – Salah satu Orang Tua (Ortu) peserta didik SMA Gamaliel Palu, Cik Vera mendatangi pihak yayasan yang menaungi sekolah tersebut, mendesak agar kepala sekolah dan oknum guru PJOK segera dievaluasi, bahkan jika perlu kepala sekolahnya dipecat.
Orang tua peserta didik tersebut datang didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu Ismail Pangeran dan diterima oleh Direktur Sekolah Kristen Gamaliel Palu, Deby Sunaris. Pada kesempatan itu, Deby didampingi Kepala SMA Indra Matunggu dan oknum guru PJOK, serta dihadiri langsung Kacabdis Pendidikan Menengah Wilayah I, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Kristi Aria Pratama.
Hal tersebut dilakukan mengingat anak inisial JJ peserta didik kelas X (16 Tahun) kini terbaring di rumah sakit akibat ulah oknum guru PJOK yang diduga kurang prefesional dalam proses belajar mengajar, dengan cara memaksakan peserta didik dalam kondisi sakit untuk tetap berolahraga.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (18/5/2026), saat jam mata pelajaran PJOK, oknum guru tersebut sebagaimana biasanya menginstruksikan peserta didiknya keluar dari kelas mengikuti olahraga. Tanpa memeriksa dan menanyakan kondisi peserta didik, sang guru langsung memerintahkan semua peserta didiknya melakukan game terlebih dahulu.
Usai mengikuti game, anak JJ mulai kelelahan dan perasaannya tidak enak dan memilih minta izin dan naik ke kelas, namun selang lima menit oknum guru meminta kepada salah satu peserta didik lainnya menyusul ke kelas dan meminta anak JJ agar segera kembali ke lapangan mengikuti kembali proses pelajaran.