SULTENG RAYA — Universitas Tadulako (Untad) menerima hibah sebanyak 3.048 eksemplar buku dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik internasional serta mendorong pertukaran pengetahuan global.

Berdasarkan dokumen resmi yang diterima pada Selasa (31/3/2026), ribuan buku tersebut telah diserahkan kepada pihak kampus dan kini menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Universitas Tadulako. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dan mencerminkan komitmen dalam mendukung pengembangan literatur akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Koleksi buku yang diterima mencakup berbagai judul, sebagian besar berkaitan dengan pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, termasuk seri buku The Governance of China. Selain itu, terdapat pula sejumlah judul yang membahas tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi, hubungan internasional, serta transformasi modern Tiongkok.

Secara umum, literatur tersebut mengulas berbagai strategi pembangunan yang diterapkan oleh Tiongkok, mulai dari reformasi ekonomi berbasis pasar sosialis, pembangunan infrastruktur berskala besar, penguatan inovasi teknologi, hingga program pengentasan kemiskinan yang dijalankan secara masif dan terencana.

Dalam perspektif akademik, buku-buku tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa maupun dosen dalam memahami model pembangunan alternatif di luar paradigma negara-negara Barat. Selain itu, koleksi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai rujukan penelitian dalam bidang ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hubungan internasional, teknologi, serta studi kawasan Asia.

Literatur tersebut juga dinilai relevan sebagai bahan pembelajaran untuk melakukan analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan konteks pembangunan di Indonesia, khususnya dalam bidang pembangunan daerah, industrialisasi, serta pengelolaan sumber daya alam.

Selain memperkaya sumber referensi akademik, koleksi buku ini diharapkan mampu menjadikan Perpustakaan Universitas Tadulako sebagai destinasi edukatif bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap pemikiran, budaya, dan bahasa Tiongkok.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT, menyampaikan apresiasi atas hibah buku yang diberikan oleh Pemerintah Tiongkok tersebut. “Alhamdulillah Universitas Tadulako mendapatkan bantuan buku dari China. Tentunya kami sangat mengapresiasi hal tersebut, karena buku-buku ini dapat menjadi sumber dan bahan literasi bagi kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa koleksi tersebut berpotensi menjadikan Untad sebagai salah satu perguruan tinggi dengan koleksi buku berbahasa Mandarin yang cukup besar di Indonesia.

Menurutnya, koleksi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun masyarakat umum sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan penelitian serta kebijakan yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global.

Dengan jumlah mencapai 3.048 eksemplar dan cakupan materi yang luas, Universitas Tadulako kini memiliki akses terhadap salah satu kumpulan literatur yang cukup representatif mengenai model pembangunan Tiongkok yang dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan kemajuan pesat di tingkat global.

Seluruh koleksi buku tersebut saat ini telah menjadi bagian dari layanan Perpustakaan Universitas Tadulako dan dapat diakses oleh civitas akademika maupun masyarakat luas.*ENG