SULTENG RAYA — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung sektor riil, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tengah, Glenn Nathaniel Pandelaki, usai membuka acara capacity building keprotokoleran, kehumasan, aparat penegak hukum, dan media di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Glenn menjelaskan bahwa implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) semakin menegaskan berbagai kegiatan konkrit yang telah dijalankan BI, khususnya di sektor riil, UMKM, dan edukasi publik.

Melalui tahun 2026 ini, BI memperkenalkan program EPML (Edukasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan) untuk memastikan kegiatan sosial yang dilakukan memiliki dampak jangka panjang terhadap stabilitas dan kesinambungan ekonomi daerah.

Program ini mencakup berbagai sektor mulai dari lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga penanggulangan bencana, baik melalui inisiatif mandiri BI maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pertumbuhan QRIS dan Target Ekosistem Digital